Bahhhh…
semesta
menangis
menengadahkan
tangannya
merindukan
seorang pahlawan
pahlawan
tanpa muka,
tanpa tanda
Bahhhh….
seribu
tahun lamanya
dia
sudi menunggunya
tapi
hingga sekarang
tak
jua menemukannya
biar
aku yang jadi pahlawan itu
biar
aku yang jadi harapannya
akan
kubuktikan
akan
kuusahakan
hingga
ragaku tak lagi tegak
hingga
jantungku tak seperti dulu
Bahhh……
mampukah
aku
memenuhi
janji itu
tapi
itu semua
hanya
dia yang tahu
hanya
dia yang bisa menilainya
aku
tetap aku
tak
ada yang bisa merubah
tetap,
sulit, dan tak kan berubah
hanya
harapan yang kujanjikan
keputusan
tetap ada padamu
Yogyakarta,
2008
Ramadhan, Punya Siapa?
Ramadhan,
bulan seribu rahmat
saat
tepat dekat ke Esa
waktu
jitu kalahkan nafsu
pangkalan
wanita nakal didobrak
minuman
bau neraka dirampas
yang
ngaku iman
berpuasa
yang
masih ragu
tak sepakat
Bulan
puasa seribu berkah
menahan
makan, minum dan libido
konglomerat
rasakan mlarat
si
miskin dapat teman
pintu
surga terbuka lebar
gerbang
jahannam dikunci rapat
alampun
khidmat berzikir
Bulan
hikmah seribu tangis:
ada
tangis taubat
juga
air mata kelaparan
makin
susah bedakan:
mana yang butuh zakat
siapa pura-pura hina
Bulan
suci seribu tanya:
apakah
nista masih memihak
pada
mereka kaum papa
sehari sahur tiga hari tak buka
mujurkah
WTS terminal kota
stop
servis mulai ngamen
tuk
beli baju anak
ikut
berhari raya
Bulan
agung seribu damai
perih
perutku laparmu juga
air
mataku tangismu pula
jayamu
tak ku nikmati
sombongmu
ku tak rasakan
lantas
mereka bertanya:
"Ramadhan, punya siapa?"
Malang,
2008
Pengikut Abimanyu
andai
saja Abimanyu tak gugur
aku
kan jadi bala setia:
tunjukkan keberanian nafsu
debu semangat kusebar
energi pamrih kuhela
akulah
raja munafik!
racun,
madu selimut kalbu
jiwa
ksatria pura-pura
hinggap
di
raga busuk
luka
panah sudi
sentuh
darah
merah jadi biru
rambut,
kuku: azimat sakti
sayap
peri teduh arti
cahaya
senyum bidadari elok
:
sembah hamba pada kawula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar