Kamis, 15 November 2012

Akhir Derita Tasia (Resensi_Riza Multazam Luthfy, terbit di harian "Kedaulatan Rakyat" edisi Minggu, 4 November 2012)

Judul: My Daddy ODHA
Penulis: Dy Lunaly
Terbit: Juli 2012
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 144 halaman
Harga: Rp. 27.000
HIV AIDS rupanya tidak hanya membuat penderitaan pengidapnya, tetapi bisa juga mengenai keluarga, termasuk anak. Ialah Anastasia Chandra Kharzkov, gadis belasan tahun yang meski tidak tertular HIV AIDS, namun ikut terkena imbas, karena karena ayahnya seorang dengan HIV AIDS (ODHA).
Kala masuk SMA, ia berharap kehidupan akan berubah. Tak ingin mengulangi kemalangan seperti ketika SMP. Ia ingin hidup normal layaknya teman-teman: belajar, bermain, belanja, dan bersuka cita. Ingin sekali ia mengubur kenangan masa silam.
Tapi Tasia-demikian biasa disapa- tak menemukan harapan. Sesuatu yang selama ini disembunyikan, malah dibuka lebar-lebar oleh teman satu sekolah, Alexandria. Bersama teman geng, Alexandria menempelkan tulisan: “Anastasia Kharzkov, HIV +? Her Daddy ODHA!!!” (halaman 30). Tasia terkejut. Darimana dan bagaimana Alexandria tahu ayahnya seorang ODHA? Bingung sekaligus tertekan menyergap. Kekhawatiran terjawab. Ia merasa teman-temannya akan menjauhinya.
Benar. Dugaan Tasia tak meleset. Makin banyak teman menghindar, seakan mereka takut tertular HIV. Padahal, ia sudah memberitahukan bila dirinya tidak terinfeksi. Namun ia tetap dikucilkan. Sampai harus membawa bekal makanan ke sekolah, karena pemilik kantin pun melarang membeli makanan di situ.
Mencoba tegar dan tersenyum menjadi cara Tasia agar tak menambah beban orang tua. Meski merasa depresi akut, ia mencoba tersenyum. Kalau Mama bertanya mengapa membawa bekal, jawabnya sederhana: sedang diet. Tapi rupanya cobaan tak terhenti sampai di situ. Banyak hal yang dilakukan teman untuk membuatnya tidak tahan dan menghinakan (halaman 68).
Novel tipis ini memukau. Karangan yang diracik renyah dengan sisipan bahasa Inggris dan Rusia ini menunjukkan pada kita betapa stereotip masyarakat terhadap ODHA bahkan keluarganya masih kuat. Dan ini rupanya fenomena global, bukan hanya di Indonesia. Sehingga pendidikan kepada masyarakat dan informasi mengenai HIV AIDS memang perlu ditingkatkan. Agar masyarakat lebih paham bagaimana penularan virus tersebut bisa terjadi, bagaimana mengantisipasi dan bagaimana jika ada ODHA di sekitar kita. Mungkin dari novel ini kita bisa belajar. 

Yogyakarta, 2012


3 komentar:

  1. makasih mas :)
    dy dapet link dari temen serumahnya mas :p

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, salam kenal juga.. novelnya keren! kul dmn?

      Hapus
    2. Dulu sih kuliah di ITS, Surabaya. Sekarang masih jadi pengangguran yang masih bingung sama masa depannya :p

      Walah, novelnya masih banyak kurangnya Mas, masih harus belajar banyak. Tapi makasih pujiannya :D

      Hapus